Archives

basar nimbuzz



guys neh basarx nak nimbuzz.. pada beli ea.. kuponx dah di sebar ma beberapa nak nimbuzz jadi bisa di beli disitu.. ^_^ 
Baca selengkapnya Bagikan

foto kedahsyatan tsunami dijepang maret 2011

 Gempa berkekuatan 8,9 skala Richter yang terjadi di Jepang, Jumat (11/3/2011) siang, tercatat sebagai gempa terbesar sepanjang sejarah yang pernah terjadi di Negeri Sakura. Sepanjang catatan kegempaan di Jepang, belum pernah terjadi gempa kuat yang langsung disusul tsunami tersebut.
Asap hitam juga membubung dari kawasan industri di daerah Yokohama Isogo. Terlihat perahu, mobil, truk, serta pesawat terbang hanyut disapu tsunami. Sebuah jembatan, lokasinya tidak diketahui, tampak runtuh ke dalam air.
Badan Survei Geologi AS (USGS) sebelumnya menyatakan bahwa gempa tersebut berkekuatan 7,9 SR dan berpusat di kedalaman 24,3 km sekitar 130 km sebelah timur Sendai di pulau utama Honshu. Namun, USGS kemudian menyatakan bahwa gempa berkekuatan 8,9 SR.




Baca selengkapnya Bagikan

Kisah Tentang Nabi-Nabi Palsu



 




وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي كَذَّابُونَ ثَلَاثُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي .

“Sesungguhnya akan ada tiga puluh orang pendusta di tengah umatku. Mereka  semua mengaku nabi. Padahal, aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi sesudahku.

Takhrij

Hadits ini diriwayatkan Abu Dawud (3710), At-Tirmidzi (2145), Ibnu Majah (3942), Ahmad (21361), Al-Baihaqi dalam Dala`il An-Nubuwwah (2901), Ibnu Wadhdhah dalam Al-Bida’ (249), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (8509), Ibnu Hibban dalam Shahihnya (7361), dan Ath-Thabarani dalam Musnad Asy-Syamiyyin (2623); dari Tsauban bin Bujdud RA. At-Tirmidzi berkata, “Ini adalah hadits hasan shahih.” Al-Hakim berkata, “Hadits ini shahih menurut syarat Al-Bukhari dan Muslim, namun mereka berdua tidak mengeluarkannya.” Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Tahqiq Misykat Al-Mashabih (5406), Shahih Sunan Abi Dawud (4252), Shahih Sunan At-Tirmidzi (2219), dan Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir (2654).

Dengan matan sedikit berbeda, hadits tentang akan munculnya nabi palsu juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3340), Muslim (7526), At-Tirmidzi (2144), Ahmad (6930), dan Ath-Thabarani dalam Al-Kabir (199); dari Abu Hurairah RA.

Rahasia “Penutup Para Nabi”

Fakta akan munculnya nabi-nabi palsu, jauh-jauh hari sudah dikabarkan oleh Rasulullah SAW. Demikianlah yang tersirat dari sabda beliau, “Aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi sesudahku.” Dan, demikian pula yang difirmankan Allah SWT, “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi.” (Al-Ahzab: 40)

Kata “penutup para nabi,” menyiratkan makna bahwa akan muncul nabi-nabi palsu, baik itu pada masa hidup Nabi Muhammad SAW maupun pasca beliau wafat. Fakta pun berbicara di kemudian hari, dimana sabda Nabi ini menemukan buktinya. Dan, kebenaran sabda ini tentu saja adalah sebagian dari mukjizat beliau.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, “Secara tekstual hadits ini menyebutkan bahwa tiga puluh orang tersebut semuanya mengaku nabi. Inilah dia rahasia sabda Nabi pada akhir hadits sebelumnya, ‘Dan sesungguhnya aku adalah penutup para nabi.’ Hal ini juga bisa berarti bahwa yang mengaku sebagai nabi di antara mereka hanya tiga puluh orang, sementara selebihnya adalah para pendusta saja namun mereka menyeru kepada kesesatan.”

Nabi Palsu Pada Masa Nabi SAW dan Khulafaur Rasyidin

Pada masa Nabi, muncul Nabi palsu di Yaman bernama Abhalah bin Ka’ab bin Ghauts Al-Kadzdzab, atau yang lebih dikenal sebagai Al-Aswad Al-Ansi. Al-Aswad pernah mengirim surat kepada Rasulullah SAW, “Hai orang-orang yang membangkang kepada kami, kembalikanlah tanah kami yang telah kalian rampas. Berikan kepada kami apa yang telah kalian kumpulkan, karena kami lebih berhak memilikinya. Adapun kalian, cukuplah kalian dengan apa yang kalian miliki.”

Al-Aswad mati dibunuh oleh istrinya, Idzan, yang bekerja sama dengan pasukan kaum muslimin dalam strategi yang jitu. Berita matinya Al-Aswad sampai ke Madinah pada pagi hari wafatnya Rasulullah SAW. Namun, ada juga riwayat yang mengatakan bahwa kabar tersebut sampai Madinah ketika Khalifah Abu Bakar baru saja selesai mempersiapkan pasukan Usamah.

Di Yamamah, juga muncul nabi palsu bernama Musailimah bin Tsumamah bin Habib Al-Kadzdzab. Musailimah (bukan Musailamah) pernah datang kepada Nabi bersama rombongannya dari Bani Hanifah. Dia berkata, “Jika Muhammad menyerahkan perkara ini kepadaku setelah dia meninggal, aku akan mengikutinya.”

Mendengar apa yang dikatakan Musailimah, Nabi bersabda, “(Jangankan kenabian), kamu minta tongkat ini dariku saja tidak akan aku berikan. Sungguh, jika kamu pergi, niscaya Allah akan menyembelihmu. Sesungguhnya telah diperlihatkan kepadaku apa yang akan terjadi padamu.”

Nabi benar. Musailimah mati oleh Wahsyi bin Harb. Dia lempar Musailimah dengan tombak,  Musailimah mati pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Masih pada masa Nabi, dari Bani Asad muncul nabi palsu bernama Thulaihah bin Khuwailid bin Naufal. Pada tahun sembilan Hijrah, dia datang bersama kaumnya kepada Nabi dan menyatakan keislamannya. Ketika Nabi sakit keras, dia memproklamirkan dirinya sebagai nabi. Dia ingin menggantikan Nabi Muhammad SAW sepeninggal beliau.

Thulaihah dan pasukannya pernah beberapa kali bertempur dengan kaum muslimin dan selalu kalah. Bersama istrinya, dia kabur ke Syam (sekarang Suriah). Dia mendapatkan hidayah dan kembali ke pangkuan Islam. Thulaihah mati syahid dalam Perang Nahawand tahun 21 H.

Ada juga nabi palsu bergender perempuan. Sajah binti Al-Harits bin Suwaid namanya. Dia berasal dari Bani Tamim. Dia memproklamirkan kenabiannya setelah Nabi wafat dan ketika kaum muslimin sedang sibuk memerangi kaum murtaddin. Sajah tidak pernah terlibat peperangan langsung dengan kaum muslimin. Justru dia ‘bersaing’ dengan sesama nabi palsu, yakni Musailimah, yang sempat memperistrinya selama tiga hari. Dia tinggal di tengah-tengah kaumnya hingga masa kekhalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan, sebelum akhirnya dia diusir oleh Muawiyah.
Nabi Palsu Pasca Khulafaur Rasyidin

Dalam ‘Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, Imam Abu Ath-Thayyib Abadi menyebutkan sebuah atsar dari Ibnu Abi Hatim dari Abu Zumail; Ada seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Abbas RA, “Hai Ibnu Abbas, sesungguhnya Al-Mukhtar bin Abi Ubaid mengaku bahwa tadi malam dia mendapatkan wahyu.” Ibnu Abbas berkata, “Dia benar.” Abu Zumail yang saat itu berada di dekat Ibnu Abbas langsung tersentak. Dia bangun dan berkata, “Ibnu Abbas mengatakan Al-Mukhtar benar telah mendapatkan wahyu?”

Kata Ibnu Abbas, “Sesungguhnya wahyu itu ada dua macam; wahyu dari Allah dan wahyu dari setan. Wahyu Allah diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. Sedangkan wahyu setan diturunkan kepada kawan-kawannya.” Lalu, Ibnu Abbas pun membaca ayat, “Sesungguhnya setan itu memberikan wahyu kepada kawan-kawannya untuk membantah kalian.” (QS. Al-An’am: 121)

Pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan Al-Umawi, juga ada nabi palsu bernama Al-Harits bin Said Al-Kadzdzab. Dulunya, ia adalah seorang zuhud yang ahli ibadah. Namun sayang, ia tergelincir dari jalan Allah dan mengikuti jalan setan. Ia didatangi iblis dan diberi ‘wahyu.’ Ia bisa membuat keajaiban2 laksana mukjizat seorang nabi. Saat musim panas, ia datangkan buah-buahan yang hanya ada pada musim dingin. Dan ketika musim dingin, ia datangkan buah-buahan musim panas. Sehingga, banyak orang yang terpesona dan mengikuti kesesatannya.

Al-Harits ditangkap oleh Khalifah Abdul Malik. Ia disuruh bertaubat dan diberi kesempatan untuk bertaubat. Sejumlah ulama didatangkan untuk menyadarkannya. Tapi ia enggan. Ia tetap dalam kesesatannya. Akhirnya, Abdul Malik pun menjatuhkan hukuman mati padanya. Al-Ala` bin Ziyad berkata, “Aku tidak iri sedikit pun pada kekuasaan Abdul Malik. Tapi aku iri dengan vonis matinya terhadap Al-Harits. Sebab, Rasulullah SAW bersabda, ‘Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum muncul tiga puluh orang dajjal pendusta yang semuanya mengaku nabi. Oleh karena itu, barangsiapa yang mengaku nabi, maka bunuhlah ia. Dan barangsiapa yang membunuh salah seorang dari mereka, maka ia akan masuk surga’.” (HR. Ibnu Asakir)

Dua Sebab Munculnya Nabi Palsu

Setidaknya ada dua hal yang membuat seseorang mengaku nabi dan atau mendapatkan wahyu setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Pertama, karena kebodohannya. Dan kedua, karena nafsu duniawi.

Dikarenakan kebodohan terhadap ajaran agama, seseorang yang lemah imannya sangat mudah digelincirkan setan. Dengan segala kelihaian dan kecerdikannya, setan bisa membuat seseorang merasa sangat yakin bahwa bisikan yang diterimanya adalah wahyu dari Allah melalui utusannya, Malaikat Jibril. Padahal, itu tak lain adalah bisikan setan

Dan, dikarenakan nafsu duniawi, baik itu motivasi materi ataupun kedudukan, seseorang bisa saja mengaku sebagai nabi dengan cara-cara yang dipoles sedemikian rupa. Anehnya, masih saja ada orang ‘Islam’ yang percaya kepada nabi palsu. Dan tak kalah aneh, ada pula yang menganggap nabi palsu sebagai seorang mujaddid! Wallahu a’lamu bish-shawab
Baca selengkapnya Bagikan

Israel Masuk Negara Berdampak Buruk di Dunia



 
Rabu, 09 Maret 2011
Hidayatullah.com--Israel adalah salah satu negara yang paling tidak populer di dunia, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Globescan untuk BBC di 27 negara.

Lebih dari 28.000 orang dimintai pendapatnya antara Desember 2010 dan Februari 2011, untuk melihat sikap masyarakat luas terhadap berbagai negara di dunia. Dalam jajak pendapat itu ditanyakan "negara mana yang paling memiliki pengaruh positif atau negatif di dunia".

Hanya 21% responden dari 27 negara yang memberikan penilaian positif untuk Israel, sementara 49% lainnya menilai negara Yahudi itu sebagai negara yang memberikan pengaruh buruk bagi dunia.

Negara yang penduduknya lebih banyak menilai Israel positif sedikit sekali. Dari 27 negara yang disurvei hanya 4 yang cenderung menilai Israel positif, yaitu Amerika Serikat, Rusia, Ghana dan India.

Responden yang paling banyak memberikan penilaian positif pada Israel berasal dari negara Amerika Serikat. Sebanyak 43% responden asal Amerika Serikat memberikan penilaian positif, sedangkan 41% lainnya menilai Israel berdampak buruk bagi dunia.

Di Rusia perbandingan antara yang memberikan penilaian positif dan negatif atas Israel adalah 35% banding 27%. Di Ghana 32% responden menyatakan positif dan 27% negatif. Responden di India yang menilai Israel positif 21% dan negatif 18%.

Dua puluh tiga negara lain, selain keempat negara tersebut, lebih banyak memberikan penilaian negatif, termasuk negara-negara Barat.

Meskipun perbedaannya tidak telampau besar, di China orang yang menilai Israel negatif lebih banyak dibanding yang menilai positif, yaitu 48% banding 40%.

Sementara di Inggris, Kanada, Australia, Spanyol dan Portugis, orang yang menilai negara Yahudi Israel berdampak buruk bagi dunia jumlahnya lebih banyak lagi.

Selain Israel, tiga negara teratas lain yang dinilai negatif oleh responden adalah Iran, Korea Utara dan Pakistan.*

sumber:www.hidayatullah.com
Baca selengkapnya Bagikan

Politikus Rasis Australia Kembali Kecam Islam



 
Kamis, 10 Maret 2011
Hidayatullah.com--Politisi Australia yang dikenal sebagai pendiri sekaligus pemimpin “One Nation Party”, Pauline Hanson kembali muncul ke publik. Sebagaimana biasanya, ia kembali berulah dengan kecaman terhadap kaum Muslim.
Penghasut sayap kanan Australia yang dikenal anti-Islam ini menyatakan agar kaum Muslim tak perlu datang ke Australia jika tidak bisa berbaur.
"Kalau tidak bisa membaur lebih baik mereka tidak datang ke Australia," demikian ujar Hanson, Rabu kemarin. Hanson yang diwawancarai jaringan Radio Fairfax, mengatakan dia merasa terganggu bila ada Muslim yang mengatakan tidak mempercayai demokrasi.
"Australia adalah negara demokrasi. Kalau tidak percaya demokrasi, kenapa kalian Muslim datang ke Australia," katanya dengan berapi-api.
Hanson memang sedang berkampanye untuk posisi di dewan legislatif NSW. Pemilu legislatif setempat berlangsung 26 Maret.
Pauline Hanson menjadi angota parlemen pada tahun 1996 dan dikenal sebagai politikus rasis karena sikapnya yang menentang imigrasi dari Asia ke Australia. Pada saat menjadi anggota legislatif ia pernah berkomentar tentang terancamnya Australia karena akan dibanjiri oleh warga dari Asia.
Komentar yang berbau rasis ini mendatangkan banyak kritik dari dunia Internasional.
Setelah dipenjara sejak tahun 2003 karena kasus penggelapan dana kampanye, Pauline memulai kembali aktivitas politiknya untuk meraih kursi parlemen dan mengalihkan materi kampanyenya dari Antimigrasi menjadi anti-Islam.
Pada tahun 2007 , ketika mengincar kursi disenat, Pauline pernah meminta kedatangan umat Islam dihentikan untuk melindungi kebudayaan Australia.

Tahun lalu, Hanson juga sempat membuat heboh dengan mengatakan ia tidak mau menjual rumahnya ke warga Muslim. Meski demikian,  Hanson menolak tudingan bahwa ia rasis.
"Kritik terhadap Muslim Australia harus dibedakan dengan sikap rasisme," katanya lagi.
"Saya punya hak untuk mempertanyakan sejumlah hal ke mereka."
Peryataan anti Islam Hanson yang terbaru ini muncul ditengarai akibat kesal ketika mendengar sebuah wawancara dengan seorang Muslim yang mengatakan tidak percaya pada demokrasi.
"Kalau tidak mau membaur, jangan datang ke sini. Tinggal saja di negara asal kalian. Kalau mau di Australia, berintegrasilah," sambung dia.
Menariknya, ia mengaku negerinya penganut demokrasi, namun tak memberi kebebasan pada orang yang tak meyakini demokrasi itu sendiri.*

sumber: www.hidayatullah.com
Baca selengkapnya Bagikan

Sorotan

tinggalin jejak kalian