Archives

Daftar Nama Nabi dan Rasul yang Mendapat Gelar Ulul Azmi

 Daftar Nama Nabi dan Rasul yang Mendapat Gelar Ulul Azmi serta Tugas Para Nabi dan Rosul - Agama Islam

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSBpbhXlx8DuxD7N1VGA5l3DU9UnCM0QT8LoHYv3G1lLmccaN58

Ulul Azmi adalah gelar yang diberikan kepada para rasul yang memiliki ketabahan dan kesabaran yang luar biasa baiknya dalam menjalankan tugas yang suci.
1. Nabi Muhammad SAW
2. Nabi Isa AS alias Yesus
3. Nabi Musa AS
4. Nabi Ibrahim AS
5. Nabi Nuh AS

Tugas para nabi dan Rasul :
1. Menyampaikan kabar gembira / risalah mengenai janji akan kebahagiaan dan kenikmatan abadi jika mau melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya.
2. Memberi kabar buruk dan peringatan bagi yang tidak mau mengikuti perintah Allah SWT dengan ancaman dan penderitaan yang tidak berkesudahan dan pedih.



Sifat-sifat para nabi dan rasul Allah SWT :
1. Siddiq / siddik / sidiq / sidik
Siddiq berarti benar dan perkataan dan perbuatan. Jadi mustahil jika seorang nabi dan rosul adalah seorang pembohong yang suka berbohong.
2. Amanah / Amanat
Amanah artinya terpercaya atau dapat dipercaya. Jadi mustahil jika seorang nabi dan rosul adalah seorang pengkhianat yang suka khianat.
3. Fathonah / Fathanah / Fatonah
Fathonah adalah cerdas, pandai atau pintar. Jadi mustahil jika seorang nabi dan rosul adalah seorang yang bodoh dan tidak mengerti apa-apa.
4. Tabligh / Tablik / Tablig
Tabligh adalah menyampaikan wahtu atau risalah dari Allah SWT kepada orang lain. Jadi mustahil jika seorang nabi dan rosul menyembunyikan dan merahasiakan wahyu / risalah Alaah SWT.



Pengertian, Definisi, Jenis dan Tata Cara Sholat Sunat Rawatib Yang Mengiringi Solat Wajib - Praktek Ibadah Salat Agama Islam
Tue, 13/06/2006 - 1:23pm — godam64

A. Pengertian dan Definisi
Shalat sunah rawatib adalah shalat yang mengiringi solat wajib lima waktu dalam sehari yang bisa dikerjakan pada saat sebelum sholat dan setelah solat. Fungsi salat sunat rawatib adalah menambah serta menyempurnakan kekurangan dari shalat wajib.

B. Tata Cara dan Syarat Kondisi
1. Dikerjakan sendiri-sendiri tidak berjamaah
2. Mengambil tempat salat yang berbeda dengan tempat melakukan sholat wajib.
3. Shalat sunah rawatib dilakukan dua rokaat dengan satu salam.
4. Tidak didahului azan dan qomat

C. Jenis Salat Sunat Rawatib
1. Salat sunat qabliyah / qobliyah adalah sholat sunah yang dilaksanakan sebelum mengerjakan solat wajib.
2. shalat sunah ba'diyah adalah sholat yang dikerjakan setelah melakukan shalat wajib.

D. Macam-macam Sholat Sunah Rawatib
1. Salat sunat rawatib muakkad / penting
Adalah sholat sunat rawatib yang dikerjakan pada :
- Sebelum subuh dua rokaat
- Sebelum zuhur dua rokaat
- Sesudah dzuhur dua rokaat
- Sesudah maghrib dua rokaat
- Sesudah isya dua rokaat
2. Salat sunat rawatib ghoiru muakkad / tidak penting
Adalah sholat sunat rawatib yang dikerjakan pada :
- Sebelum zuhur dua rokaat
- Setelah zuhur dua rokaat
- Sebelum ashar empat rokaat
- Sebelum magrib dua rokaat
- Sebelum isya dua rokaat
Baca selengkapnya Bagikan

renungan kereta api,tanya hatimu!!

http://img197.imageshack.us/img197/5185/pesanmoralkeretaapi.jpg
Ada sekelompok anak yang sedang bermain di dekat dua jalur kereta api (KA)

Jalur yang pertama adalah jalur aktif yang masih sering dilewati kereta api

Sementara yang kedua sudah tidak aktif alias tidak pernah lagi dilewati kereta api

saat itu hanya satu orang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif

sementara anak-anak lainnya bermain di jalur yang masih aktif

tiba-tiba, terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi

dan kebetulan anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah kereta api tersebut

apakah anda akan memindahkan arah kereta api tersebut kejalur yang tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain?

hal ini berarti anda mengorbankan seorang anak yang bermain di jalur kereta api yang tidak aktif.

atau anda akan membiarkan kereta tersebut tetap berada di jalur yang seharusnya?
mari berhenti sejenak untuk memikirkan keputusan apa yang sebaiknya kita ambil
pikirkan baik-baik jawaban anda....
dan setelah anda yakin jawaban dengan jawaban anda,
teruskan membaca kebawah...

sebagian orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya mengorbankan jiwa seorang anak.

anda mungkin memiliki pilihan yang sama, karena menyelamatkan sebagian besar anak dan kehilangan seorang anak adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat disahkan secara moral maupun emosional

namun sadarkah anda bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur kereta api yang sudah tidak aktif, berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk bermain ditempat yang aman?

disamping itu, dia harus dikorbankan justru karena kecerobohan teman-temannya yang bermain ditempat berbahaya...

dilema seperti ini terjadi di sekitar kita setiap hari.
dikantor, di masyarakat, di dunia poilitik dan terutama dalam kehidupan demokrasi, pihak minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas.

tidak peduli betapa bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut.

nyawa seorang anak yang memilih untuk bermain bersama teman-temannya di jalur kereta yang berbahaya telah dikesampingkan. dan bahkan mungkin tidak akan menyesalkan kejadian tersebut.

seorang teman yang telah mendengar cerita ini, berpendapat bahwa dia tidak akan mengubah arah laju kereta.

karena dia percaya anak-anak yang bermain di jalur kereta api yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif.

maka, mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta mendekat.

jika arah laju kereta diubah kejalur yang tidak aktif...

maka seorang anak yang sedang bermain di jalur tersebut pasti akan tewas, karena dia tidak pernah berpikir bahwa kereta akan menuju jalur tersebut.

di samping itu, alasan sebuah jalur kereta api dinonaktifkan kemungkinan karena jalur tersebut sudah tidak aman.

bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif, maka kita telah membahayakan nyawa seluruh penumpang di dalam kereta tersebut.

dan mungkin langkah yang telah di tempuh untuk menyelamatkan sekumpulan anak dengan mengorbankan seorang anak, bisa mengorbankan lagi ratusan nyawa penumpang di kereta tersebut.

kita harus sadar bahwa hidup ini penuh dengan keputusan sulit yang harus dibuat. dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa sebuah keputusan yang cepat tidak selalu menjadi keputusan yang benar.

satu lagi yang perlu diingat....
dalam masyarakat kita sekarang ini, sesuatu yang benar tidak selalu disukai, dan sesuatu yang disukai tidak selalu benar.


sumber :  www.kaskus.com
Baca selengkapnya Bagikan

Keliling 2 Jam Gara-Gara Tak Bisa Bahasa Arab

Andaikan semua jamaah bisa berbahasa Arab, maka ibadah haji akan semakin mudah dan indah 

Seiring tibanya waktu, wukuf seluruh jamaah haji berbondong-bondong ke Minarafah (Mina dan Arafah). Banyak diantaranya yang terlihat bertanya kepada para petugas di mana letak tenda-tenda mereka. Namun malang, hanya kebingungan yang mereka temui, akibat minimnya kemampuan berbahasa Arab sehingga tidak memahami instruksi petugas . 

Mengangkat bahu, wajah frustasi, tampak jelas di wajah para jamaah yang bingung mencari jalan menuju tenda mereka. Mereka tidak paham apa yang dikatakan para petugas penunjuk arah. 

Wartawan Arab News yang mengenakan jaket berwarna mecolok sering keliru disangka petugas haji dan dikelilingi oleh para jamaah, yang kepanasan dan putus asa karena tidak kunjung menemukan tenda mereka. 

Para jamaah itu mengatakan, seharusnya para petugas haji dibekali dengan bahasa Inggris dasar. Sementara jamaah lainnya berpendapat, para jamaah yang seharusnya belajar bahasa Arab, supaya bisa berkomunikasi dengan petugas. 

Bagi Yusuf Salaji pria 44 tahun asal London yang baru pertama kali berhaji, sejauh ini haji adalah pengalaman yang memuaskan. Meskipun kadang ia menghadapi kendala bahasa. 

"Anda disuruh melakukan sesuatu yang tidak Anda pahami. Ketika saya di Masjidil Haram, polisi menyuruh saya ini dan itu, yang tidak saya pahami," katanya. 

"Mereka berteriak. Tapi saya tidak paham mereka ingin agar saya melakukan apa." 

Jamaah asal London lainnya, Muhammad Patel, mengatakan seharusnya para jamaah mau berusaha lebih agar mereka tidak mengalami hal yang bikin pusing kepala dengan para petugas. 

"Tujuan dari ibadah haji adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah ... ini pelajaran dari haji. Allah Mahapenyayang, Dia tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan seseorang. Dia mengetahui batas kemampuan kita sebelum menciptakan kita," katanya. "(Kendala bahasa) ini jelas membuat Anda frustasi, ketika maksud Anda tidak dapat dipahami oleh mereka atau maksud mereka tidak dapat dipahami oleh Anda." 

"Menurut saya itu merupakan kesalahan kita sendiri juga, karena kita tidak mau bersusah-payah belajar bahasa Arab, bukankah begitu?" 

"Bahasa Arab adalah bahasa Qur`an, bahasanya Islam dan bahasa surga," tegas Patel, yang menunaikan ibadah haji kedua dalam kurun waktu 6 tahun ini. 

Menurut laki-laki berusia 53 tahun itu, Arab Saudi sudah membuka diri lebar-lebar kepada dunia. Buktinya, petugas imigrasi menyapa dia dalam bahasa Inggris. 

Tidak semua jamaah haji mengalami masalah dengan bahasa. Hal ini karena mereka dibantu oleh pemandu dan sukarelawan yang mendampinginya. 

"MasyaAllah, kami datang bersama dengan kelompok yang diatur dengan sangat baik. Jika ada masalah, kami tinggal menghubungi mereka," cerita Aamer Masood, jamaah haji asal Inggris yang berada di Mina bersama dengan orangtua dan istrinya, Saira. 

Pria muda berusia 32 tahun itu menceritakan tentang penyelenggara hajinya yang punya banyak petugas pendamping yang fasih berbahasa Arab. 

"Mereka juga banyak membantu jamaah dari kelompok lain di bandara Jeddah, ketika kami harus terbang menuju Madinah. (Waktu itu) tidak ada yang tahu apa yang terjadi, jadi kelompok kami memberitahu orang-orang apa yang harus dilakukan dan membantu pihak berwenang Saudi." 

Dalam haji keduanya tahun ini, Masood mencatat banyak kemajuan pesat dari fasilitas-fasilitas yang ada dibanding lima tahun lalu. 

"Kami tinggal menikmatinya, menjalankan semua ibadah yang kami bisa dan bersiap menuju Arafah," kata Saira, isteri Masood. 

Sementara bagi jamaah asal India Sayyed Khan, kelompoknya menghadapi masalah besar ketika berkomunikasi dengan para petugas di Bandara Internasional Raja Abdulaziz dan di perkemahan. 

"Kedua belah pihak sama-sama kesulitan," katanya. 

"Kami tidak bisa bahasa Arab dan bagaimana mungkin kami berharap mereka bisa bicara bahasa Urdu atau Hindi?" 

"Saya kira, jika saya pergi haji lagi, saya akan berusaha belajar bahasa Arab dasar. Agar tidak lagi mengalami situasi seperti ini, berputar-putar selama dua jam hanya untuk menemukan tenda saya.
sumber :Hidayatullah.com
Baca selengkapnya Bagikan

Ajaibnya Makkah, Hidup Orang Miskin Mudah

Orang miskin hidup susah itu ada di mana-mana, tapi miskin hidup mudah, hanya ada di Makkah

Hidayatullah.com --Kota suci Makkah dianggap sebagai salah satu kota yang paling mahal untuk ditinggali, berdasarkan tingginya biaya akomodasi di daerah sekitar Masjidil Haram.

Hal tersebut, menurut para pakar ekonomi, telah menciptakan kesan keliru yang mengira orang-orang kaya dan proyek-proyek raksasa saja yang hanya ada di sana.

Kenyataannya, banyak orang miskin Saudi dan orang asing yang papa tinggal tak jauh dari Masjidil Haram. Jumlahnya berlipat dan keturunan mereka, yang tidak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan, menekuni bisnis kecil-kecilan guna menyambung hidup diri sendiri dan keluarga.

Bisnisnya, seringkali hanya bernilai beberapa riyal saja. Meskipun demikian, masih bisa memberi makan beberapa mulut yang kelaparan.

Sebut saja Mohsen Attiyah. Dia adalah pria Saudi berusia 62 tahun. Pekerjaannya menjual kayu siwak di pelataran Masjidil Haram. Bisnis kelas guremnya itu dilakoni untuk menghidupi istri dan delapan anaknya.

"Saya telah menjual siwak selama lebih dari 25 tahun. Saya memulai usaha ini dengan modal tidak lebih dari 25 riyal," cerita Attiyah.

Pria itu membeli kayu siwak dalam jumlah agak banyak seharga 300 riyal. Lalu dia memotong-motongnya menjadi tangkai kecil sebanyak kira-kira 700 buah. Setiap tangkai dijual kembali dengan harga 3 riyal.

"Saya mendapat keuntungan antara 1.400-2.100 riyal."

Meskipun untungnya lumayan, tapi barang dagangannya tidak habis dalam waktu sekejap.

"Kadang butuh waktu berhari-hari untuk menjual habis seluruh siwak saya," katanya, seraya menjelaskan bahwa kota Makkah adalah tempat terbaik untuk menjual barang dagangan semacam itu.

Lain Attiyah, lain pula Arshad Haj. Pendatang asing ilegal ini masih berusia 22 tahun. Bisnisnya adalah menjual jasa gunting, sebagai tukang potong rambut.

Modal bisnisnya adalah gunting seharga 6 riyal. Dengan gunting di tangan, dia mencukur kepala-kepala para jamaah di dekat pintu Masjidil Haram. Imbalannya 3 riyal per kepala. Selama bulan Ramadhan dan musim haji, tarif layanannya bisa naik hingga 5 riyal.

"Saya memperoleh pendapatan sekitar 120 riyal di hari-hari biasa. Tapi bisa mendapat tiga kali lipatnya di musim ramai."

Bakr Kano, pria pendatang ilegal asal Chad, punya cerita lain. Bisnis skala mikronya bergelut di dunia air mineral. Layaknya air yang dijual, bisnis itu menjadi penyelamat dan penyambung hidup keluarganya.

Kano membeli 30 kardus berisi botol-botol air mineral seharga 18 riyal per karton, yang akan dijual lagi dengan harga 30 riyal.

"Setiap hari saya menjual sekitar dua sampai tiga karton air mineral di lampu merah dan mendapatkan keuntungan lebih dari 36 riyal sehari," katanya berkisah.

Adalagi bisnis gurem lainnya, tapi yang ini unik. Namanya bisnis mengucap salam. Bisnis ini biasa dilakukan oleh para penyapu jalan. Mereka mengucapkan "Assalamu'alaikum" kepada para pengendara mobil yang kaya di dekat lampu pengatur lalu lintas.

Para pengemudi mobil biasanya menganggap mereka adalah orang miskin yang layak diberi sedekah. Sambil membalas salam, mereka pun memberi sejumlah uang.

"Saya mendapatkan uang lebih banyak dari menjual salam daripada dari pekerjaan saya," kata seorang petugas penyapu jalan.

Menurut Syeikh Muhammad Al-Sahli, seorang profesor ilmu syariah di Universitas Umm Al-Qura, orang miskin bisa menghasilkan uang di Makkah karena Nabi Ibrahim alaihissalam berdoa kepada Allah memohon karunia-Nya atas penduduk kota suci itu.

Dia mengatakan, sejumlah orang miskin yang datang ke Makkah mampu menemukan berbagai macam sumber pendapatan, seperti menjual air mineral dan kayu siwak. "Beberapa di antara mereka bahkan ada yang kemudian menjadi pengusaha dan pedagang," katanya.  

sumber : hidayatullah.com
Baca selengkapnya Bagikan

Sorotan

tinggalin jejak kalian