Archives

Ahmadinejad: Israel Segera Hancur!


Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad memperingatkan upaya Amerika Serikat dan sekutu Baratnya untuk menciptakan konflik Iran-Arab dan perang Syiah-Sunni dalam usaha menyelamatkan rezim Zionis Israel, yang tengah runtuh.

Berpidato di tengah warga kota Kermanshah, barat Iran, Kamis (7/4), Ahmadinejad mengatakan, klaim Amerika tentang pembentukan dua pemerintahan di Palestina bermaksud untuk menyelamatkan Israel dan merusak front muqawama. "Mereka mengatakan satu pemerintah Israel dan satu pemerintah Palestina. Slogan ini ditujukan untuk menyelamatkan pemerintah Zionis yang lemah," jelas Ahmadinejad seperti dilaporkan IRNA.

Presiden Iran mencatat bahwa skenario musuh yang "sangat rumit" bertujuan menebarkan perselisihan dan mengubah wajah Amerika di tengah negara-negara regional. Dia juga meminta negara dan bangsa kawasan untuk tetap waspada.

Seraya menyinggung upaya Barat, terutama Amerika Serikat, untuk membagi wilayah Yordania, Ahmadinejad menandaskan, musuh berniat untuk memecah Yordania. Mereka bahkan tidak bersedia memberikan sebagian wilayah Palestina yang diduduki demi mewujudkan kebohongannya.

"Anda harus tahu bahwa rezim Zionis Israel hampir runtuh dan tidak ada kekuatan yang dapat menyelamatkan rezim itu dari kehancuran," tegasnya. "Zionis tidak memiliki tempat di antara negara-negara regional dan juga negara-negara yang sudah mengenal wajah asli Amerika dan sekutunya," tambah Ahmadinejad.

"Era kolonialisme, perbudakan dan penjarahan sudah berakhir. Bangsa Iran berdiri bahu-membahu dengan bangsa-bangsa regional untuk melawan kekuasaan musuh dan membuat mereka putus asa," tandasnya
Baca selengkapnya Bagikan

Khadafi Surati Obama, Minta AS Stop Invasi

Pemimpin Libya, Muammar Khadafi, menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama. Isinya, memohon AS agar berhenti menyerang negaranya. Menurut kantor berita Associated Press, kantor dan rumah kepresidenan AS (Gedung Putih) mengkonfirmasi surat Khadafi atas Obama itu, Rabu waktu setempat. Dalam surat setebal tiga halaman, Khadafi menyebut aksi militer yang digalang AS dan sekutu-sekutunya atas Libya sejak 19 Maret lalu merupakan "perang yang tidak imbang." Khadafi pun dalam dua bulan terakhir mendapat perlawanan sengit dari pihak pemberontak. 

"Anda merupakan pria yang punya cukup keberanian untuk membatalkan aksi yang salah," tulis Khadafi kepada Obama. "Saya yakin bahwa Anda mampu mengemban tanggungjawab untuk melakukannya," lanjut Khadafi.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/03/25/107664_obama-dan-khadafi-di-pertemuan-g8-g5-di-l-aquila--italy--kamis--9-juli-2009-_300_225.JPGDalam surat itu, Khadafi mengatakan bahwa serangan udara Koalisi yang digalang AS dan NATO merupakan "perang yang tidak imbang atas rakyat kecil di suatu negara berkembang."

Belum ada tanggapan langsung dari Obama atas surat Khadafi itu. Namun, Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengaku tidak ambil pusing dengan surat Khadafi itu.

"Menurut saya tidak ada yang aneh dari apa yang diharapkan dari Bapak Khadafi saat ini," kata Clinton. Dia lalu mengulangi lagi seruan AS dan NATO, yang kini mengkoordinir aksi militer atas Libya, agar pasukan Khadafi segera mundur dari wilayah pemberontak dan melakukan gencatan senjata.

Clinton pun menuntut Khadafi mundur dari kekuasaan, yang dia pegang selama 42 tahun, dan pergi dari Libya.
Baca selengkapnya Bagikan

serangan sekutu ke libya

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/03/21/107250_muammar-khadafi--kiri--bersama-hugo-chavez-di-venezuela-pada-september-2009_300_225.jpgPresiden Venezuela, Hugo Chavez, mengencam serangan ke Libya oleh Koalisi yang dipelopori Amerika Serikat (AS) akhir pekan lalu. Bagi Chavez, serangan ke Libya merupakan "pengeboman yang serampangan" sehingga hanya akan menimbulkan banyak korban jiwa.

Menurut kantor berita Associated Press, kecaman itu dilontarkan Chavez di ibukota Venezuela, Caracas, pada Minggu malam waktu setempat. Menurut Chavez, serangan Koalisi itu tidak akan efektif menyelesaikan konflik domestik di Libya, antara rezim Muammar Khadafi dan pihak pemberontak.

"Kabar bahwa warga sipil telah menjadi korban mulai bermunculan karena begitu banyak bom yang ditembakkan dari laut - ada sekitar 200, 400 bom," kata Chavez. Menurut klaim pemerintah Libya, serangan udara Koalisi itu telah menewaskan sedikitnya 48 jiwa.

Sebaliknya, pihak AS mengklaim bahwa mereka belum menerima laporan korban jiwa di pihak sipil. Menurut pejabat militer AS, Laksamana Madya William Gortney, serangan Koalisi telah efektif menghancurkan fasilitas pertahanan udara dan target militer Libya.

Namun, bagi Chavez, serangan itu hanya menimbulkan kesan bahwa Libya telah dijajah. "Libya di bawah tembakan kekuatan imperial. Tidak ada yang membenarkan ini," kata Chavez. Menurut dia, AS telah lama memburu kandungan minyak mentah di Libya.

Dia pun mengingatkan AS agar jangan sekali-kali menerapkan tindakan yang sama kepada Venezuela. "Dengan Venezuela, jangan pernah ada niat untuk melakukan yang sama, Mister Obama," kata Chavez.

Kritik yang sama, walau tidak sekeras Chavez, juga diutarakan oleh Presiden Paraguai, Fernando Lugo. "Saya menyesal bahwa PBB telah melegitimasi serangan-serangan itu," kata Lugo.

Serangan atas Libya dimulai pada Sabtu pekan lalu, 19 Maret 2011. Kapal perang AS dan Inggris saat itu menembakkan 112 rudal jelajah Tomahawk ke target-target militer Libya. Selanjutnya pesawat AS - di antaranya pengembom siluman B-2 dan jet-jet tempur Marinir - bersama dengan pesawat-pesawat Prancis melakukan serangan udara.
Menurut AS, serangan itu untuk menjalankan resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan Kamis pekan lalu, yang merestui penerapan zona larangan terbang di Libya untuk mencegah serangan udara rezim Khadafi atas pasukan pemberontak.
Baca selengkapnya Bagikan

polisi gorontalo "menggila"

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/04/108203_aksi--gila--polisi-gorontalo_300_225.jpgMeski publik tergelak melihat aksi anggota kepolisian Briptu Norman Kamaru menyanyikan salah satu lagu India sambil berjoget, namun sanksi disipliner sudah di depan mata.

"Aturan-aturan yang berlaku kami terapkan. (Kami) minta laporan pertanggungjawaban apa sebenarnya motivasi melakukan gerakan itu," kata Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wilson Damanik.

Ulah Norman selaku personel polisi itu, menurut Polda Gorontalo, tidak etis. "Pertama, karena dia menggunakan seragam, dan kedua, dia melakukannya saat sedang bertugas," kata dia.

Pembaca berita VIDEO: Atasan 'Polisi Menggila' Bicara, pun angkat suara. Sebagian besar, mereka mempertanyakan niat Polda Gorontalo memberikan sanksi karena aksi Norman yang kocak ini.

Salah satu pembaca, Dwi, menulis: mohon pak polisi yang lucu ini jangan diberi sanksi, setidaknya ini malah bagus lho, bisa memperbaiki citra polisi dimata masyarakat.

Sementara pembaca lain, Yotut, menulis: Nih petinggi polisi kurang kerjaan ya. Masak aksi begini kok mau dikasih sanksi. Pikir tuh anggota emang enak jaga berjam-jam di pos. Kalian para petinggi enak ada ruangan AC ,TV,DVD. lengkap hiburan. Mikir Komendan..!
Bahkan, Apip meminta petinggi kepolisian meninjau ulang rencana pemberian sanksi bagi Norman: Polisi juga manusia butuh hiburan. Gerakan badan dan bibirnya pas banget. Pa Norman kreatif. Coba atasan dikaji ulang rencana memberikan sanksi pada Pak Norman.
Dukungan lain pun disampaikan sejumlah pembaca. Berikut beberapa komentar mengenai aksi gila Norman yang kocak ini:

Rindo Ridwans:
Waduh, kalo sampe yang begini dihukum nanti gak ada lagi yang menghibur kita dong. Jangan kakulah sama peraturan Pak. Masyarakat kita sudah banyak yang "gila",tapi "gila" yang satu ini benar-benar menghibur, Hidup Briptu Norman, Hidup Polisi "Gila".
Anto:
Benar-benar video menghibur. Daripada penampilan polisi yang garang, lebih baik yang kocak seperti ini. Lebih merakyat. Norman jangan diberi sanksi karena aksinya untuk mengisi kejenuhan. Justru harus dikasih tiket ke Jakarta untuk menunjukkan bakatnya.
Sukhoy:
Apa pulak ini? Sanksi dijatuhkan di saat yang gak tepat. Ya namanya juga manusia. Wajar saja dong kalau dia mengimprovisasi dirinya? Apa bapak mau lihat anggota bapak pada stres gak ada hiburan? Lanjutkan terus bakat anda pak polisi gokil.
Budi Prasetyo:
Saya rasa tidak perlu di permasalahkan aksi Norman, yang kreatif dan melampiaskan kejenuhannya dengan berjoget, apalagi kedua temannya tidak menggubrisnya sama sekali. Sebagai abdi negara seperti Norman, saya dukung Norman.
Baca selengkapnya Bagikan

Sorotan

tinggalin jejak kalian